International Student Exchange 2014 Mahidol University, Thailand

Tanggal 15-19 Desember 2014, dilaksanakan program “International Student Exchange” oleh 2 (dua) mahasiswa Program Studi Magister Biologi beserta 2 (dua) mahasiswa Program Studi Magister Bioteknologi dan 1 (satu) mahasiswa Program Studi Magister Biomanajemen ke Department of Biotechnology, Faculty of Science, Mahidol University di Bangkok, Thailand. Mahidol University merupakan salah satu universitas di Asia Tenggara dengan reputasi yang baik dan memiliki teknologi tinggi dalam pengembangan riset berbasis ilmu hayat dengan menggunakan bioteknologi. Oleh karena itu, melalui program ini, peserta diharapkan dapat menimba ilmu, wawasan, dan pengalaman sebanyak mungkin yang kemudian dapat dibagikan kepada rekan-rekannya di SITH ITB. Program ini diisi dengan beberapa kegiatan yang dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok, yaitu pengenalan atmosfer akademik dan etos kerja penelitian melalui kunjungan ke laboratorium serta pengenalan budaya melalui kunjungan wisata ke beberapa tempat rekreasi di Bangkok.

Pada hari pertama, yaitu 15 Desember 2014, rombongan mahasiswa disambut oleh perwakilan dari International Office Faculty of Science dan dilanjutkan dengan pengenalan kampus Mahidol University dengan berkunjung ke beberapa fasilitas kampus, seperti perpustakaan, gedung kuliah umum, museum, pusat penelitian, dan kantin. Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Food Biotechnology Laboratory yang memiliki fokus riset dalam bidang pangan, mulai dari pengembangan bahan makanan dari produk-produk konvensional hingga pengembangan kemasan makanan dan obat-obatan dari bahan biodegradable polymer.

1

 

Hall of Fame MUSC Outstanding Scientist Award di perpustakaan Faculty of Science Mahidol University, kampus Phayathai

 

2

Foto bersama Dr. Kanyaratt Supaibulwatana Deputy Dean for Academic and International Cooperation Faculty of Science dan staf International Office Faculty of Science Mahidol University

 

Pada hari kedua, yaitu 16 Desember 2014, mahasiswa SITH ITB diberi kesempatan untuk mengunjungi Agricultural Biotechnology Laboratory dan Molecular and Medical Biotechnology Laboratory. Di laboratorium pertama, peserta memperoleh pemaparan mengenai beberapa topik penelitian yang sedang dikerjakan oleh dosen dan mahasiswa Department of Biotechnology. Salah satu penelitian yang sedang dilakukan adalah pengembangan produksi metabolit sekunder dari tanaman Artemisia annua, Andrographis paniculata, Mitrocarpus hirtus, dan Peperoma pelucida untuk memenuhi kebutuhan bahan obat-obatan. Di laboratorium kedua, mahasiswa SITH ITB diberi penjelasan mengenai beberapa riset yang sebagian besar terfokus pada penggunaan ragi (yeast) untuk berbagai keperluan, seperti produksi protein rekombinan, pengembangan vaksin untuk udang, dan biosensor dalam industri.

3

Agricultural Biotechnology Laboratory Mahidol Universiti

(Ket.: A. ruang molekuler; B. ruang kerja; C. ruang kultur jaringan; D. Ruang cuci dan sterilisasi)

Pada hari ketiga, yaitu 17 Desember 2014, peserta mengunjungi Salaya Campus yang merupakan salah satu dari lima kampus Mahidol University. Kampus ini memiliki fasilitas yang sama dengan Phayathai Campus dan ditempati oleh beberapa fakultas teknik dan sosial. Selain itu, di kampus ini pun terdapat pusat bioteknologi serangga (Insect Biotechnology Center) dengan penelitian yang difokuskan pada pengembangan kontrol terhadap hama lalat buah.

4

 

Foto bersama Asst. Prof. Sujinda Thanaphum, kepala Fruit Fly Molecular Genetics Laboratory Mahidol University

Pada hari keempat, yaitu 18 Desember 2014, peserta kembali ke Phayathai Campus dan mengunjungi Molecular and Medical Biotechnology Laboratory dan Industrial Biotechnology and Bioprocess Engineering Laboratory. Pada laboratorium pertama, peserta bertemu dan berbagi pengalaman dengan Dr. Suparerk Borwornpinyo, yaitu salah satu dosen dan peneliti yang fokus pada bioteknologi sel hewan. Beliau pernah mengembangkan ayam transgenik yang mengekspresikan β-galactosidase dan sel iPS (induced pluripotent stemcell) yang dapat digunakan untuk pengobatan thalasemia. Selain itu, beliau pun sedang merencanakan pembangunan stem cell center yang menggunakan perangkat robotik sebagai pusat penelitian dan produksi obat berbasis stem cell. Di laboratorium terakhir, para peneliti mengembangkan whole-cell biocatalysts untuk memproduksi bio-based chemicals yang bernilai ekonomis. Salah satunya adalah pembuatan vanilin dari bakteri yang dapan mengubah eugenol dan/atau isoeugenol menjadi vanilin bio-sintesis dengan sifat yang lebih aman daripada vanilin di pasaran yang umumnya terbuat dari benzene.

5

Foto bersama Dr. Suparerk Borwornpinyo di Molecular and Medical Biotechnology Laboratory Mahidol University

6

 

Kunjungan ke Industrial Biotechnology and Bioprocess Engineering Laboratory Mahidol University bersama Dr. Thunyarat Pongtharangkul

Pada hari terakhir, yaitu 19 Desember 2014, diadakan acara penutupan sekaligus perpisahan dengan para staf Department of Biotechnology serta mahasiswanya. Namun demikian, sebelum kembali ke Indonesia, peserta diajak berkeliling dan mengunjungi tempat rekreasi di Bangkok. Acara ini diselenggarakan oleh pihak Department of Biotechnology dengan tujuan untuk pengenalan kultur dan budaya setempat. Melalui kegiatan ini, selain penambahan ilmu, wawasan, dan pengalaman bagi peserta, hubungan kerjasama antara ITB dan Mahidol University pun diharapkan semakin meningkat. Dan, lebih jauh lagi, hubungan diplomatik antara Indonesia dan Thailand diharapkan semakin baik.

7

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait